Ruas Jalan Blang Mee–Seuradeuk Kembali Dikerjakan, Target Rampung Juni 2026

Kibaan.co | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melanjutkan peningkatan ruas jalan Blang Mee–Seuradeuk di Kecamatan Woyla Timur sepanjang 200 meter pada tahun anggaran 2026.

Proyek peningkatan jalan tersebut didanai melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dengan nilai anggaran sebesar Rp470.586.000. Pekerjaan ini dipercayakan kepada rekanan CV NA Jaya Bersama dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Beni Hardy, menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan Blang Mee–Seuradeuk dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. Hal ini mengingat total panjang jalan tersebut mencapai sekitar 8 kilometer, sementara kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

“Penanganan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah. Pada tahun 2023 telah diaspal sepanjang 400 meter, tahun 2024 sepanjang 300 meter, dan tahun 2025 sepanjang 350 meter. Tahun ini kembali dilanjutkan sepanjang 200 meter,” ujar Beni, Kamis (16/4/2026).

Ia menambahkan, saat ini pekerjaan di lapangan difokuskan pada titik Gunong Manggi, yang merupakan salah satu bagian dari ruas jalan tersebut. Di lokasi ini, pekerjaan masih berada pada tahap penghamparan Lapis Pondasi Atas (LPA/LPP) sebelum dilanjutkan ke tahap pengaspalan.

Menurutnya, kawasan yang sedang dikerjakan merupakan salah satu titik rawan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat, khususnya warga Gunong Drien. Kondisi jalan yang belum tersambung dengan ruas yang telah diaspal sebelumnya membuat akses transportasi menjadi sulit, terutama saat musim hujan.

“Lokasi ini sebelumnya cukup sulit dilintasi karena belum terhubung dengan jalan yang sudah diaspal pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan penanganan di titik tersebut,” jelasnya.

Beni menegaskan bahwa pembangunan jalan ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk kepentingan ekonomi maupun sosial. Akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian serta mempermudah masyarakat dalam menjangkau fasilitas umum seperti pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, peningkatan infrastruktur jalan ini juga diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah pedalaman, sehingga masyarakat di daerah tersebut dapat merasakan pemerataan pembangunan.

“Dengan adanya pembangunan ini, masyarakat di pelosok akan lebih mudah mengakses berbagai layanan yang dibutuhkan. Jalan ini merupakan urat nadi aktivitas warga sehari-hari,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap, keberlanjutan pembangunan ruas jalan Blang Mee–Seuradeuk dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Peningkatan konektivitas antarwilayah akan berdampak pada tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal. Ini tentu menjadi salah satu tujuan utama pemerintah dalam membangun infrastruktur,” tambahnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut mendukung proses pembangunan dengan menjaga kondisi jalan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dengan dilanjutkannya pembangunan ruas jalan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, khususnya di wilayah pedalaman yang selama ini masih membutuhkan perhatian lebih.

Proyek ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek terhadap permasalahan akses jalan, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di Kecamatan Woyla Timur dan sekitarnya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *