Kibaan.co | Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya lima titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Provinsi Aceh pada Selasa, 4 November 2025, berdasarkan hasil pemantauan satelit hingga pukul 16.00 WIB.
Menurut data BMKG yang bersumber dari Sensor MODIS (Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP) serta NOAA20/VIIRS, kelima titik panas tersebut terdeteksi dengan tingkat kepercayaan sedang.
Titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Bireuen, tepatnya di Kecamatan Samalanga, dengan tiga titik yang berada di koordinat sekitar lintang 5,13° dan bujur 96,35°. Sementara dua titik panas lainnya masing-masing terdeteksi di Kabupaten Aceh Besar (Kecamatan Montasik) dan Kabupaten Pidie Jaya (Kecamatan Trienggadeng).
Seluruh titik panas tersebut terpantau menggunakan Satelit NOAA20, yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG mengimbau agar pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran lahan atau hutan, terutama di wilayah yang telah mengalami cuaca kering dalam beberapa hari terakhir.
“Titik panas tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran aktif, namun tetap perlu diwaspadai karena dapat menjadi indikasi awal adanya potensi karhutla,” tulis BMKG dalam laman resminya, Rabu (5/11/2025).
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta segera melapor kepada aparat berwenang apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di sekitar wilayahnya.
Peningkatan kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat dinilai penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara, kesehatan, dan kelestarian lingkungan di Aceh.
Berikut data sebaran titik panas di Provinsi Aceh berdasarkan pantauan BMKG:
-
Kabupaten Aceh Besar – Kecamatan Montasik (kepercayaan sedang)
-
Kabupaten Bireuen – Kecamatan Samalanga (tiga titik, kepercayaan sedang)
-
Kabupaten Pidie Jaya – Kecamatan Trienggadeng (kepercayaan sedang)







