Kibaan.co : Nagan Raya – Ketua Forum Keuchik Beutong Ateuh, Samsuar, S.Pd., mengucapkan selamat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus 2026
Samsuar berharap momentum kemerdekaan tahun ini dapat menjadi semangat bagi pemerintah untuk segera memberikan perhatian serius terhadap pemulihan masyarakat Beutong Ateuh yang terdampak bencana pada November 2025 lalu
Menurutnya, hingga kini sebagian masyarakat masih bertahan dan menopang kehidupan di hunian sementara (huntara). Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera merencanakan dan merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak
“Semoga dengan momentum kemerdekaan ini, pemerintah benar-benar memberikan kemerdekaan kepada masyarakat Beutong Ateuh untuk bangkit dan pulih dari bencana. Sampai sekarang masyarakat masih bertahan di huntara,” ujar Samsuar
Selain persoalan hunian, Samsuar juga menyoroti sektor pertanian. Ia menyebut persoalan irigasi hingga kini belum teratasi sehingga sekitar 500 hektare lahan sawah masyarakat belum dapat digarap secara maksimal
“Persoalan irigasi juga harus segera diselesaikan. Sekitar 500 hektare lahan sawah sampai saat ini belum bisa digarap. Ini menyangkut sumber kehidupan masyarakat,” katanya
Samsuar juga meminta pemerintah memperhatikan kondisi infrastruktur jalan permukiman di Desa Kuta Teungoh, Babah Suak, dan Blang Meurandeh
Ia menilai ketiga wilayah tersebut masih mengalami keterbatasan perkembangan pascabencana yang terjadi pada November 2025. Perbaikan jalan dan infrastruktur dasar dinilai penting agar aktivitas masyarakat serta roda perekonomian dapat kembali berjalan normal
Samsuar berharap pemerintah tidak hanya menjadikan peringatan HUT RI sebagai seremoni, tetapi juga sebagai momentum untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, baik untuk pembangunan huntap, perbaikan irigasi maupun jalan permukiman. Masyarakat Beutong Ateuh ingin segera bangkit dan kembali hidup normal,” pungkasnya







