Kibaan.co : Nagan Raya — Pemuda Beutong Ateuh, Hamiton Beutong Ateuh, meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya untuk lebih serius menyuarakan dan memperjuangkan hak masyarakat yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana banjir
Hamiton mengatakan, masyarakat Beutong Ateuh masih berada dalam kondisi penuh ketidakpastian. Salah satu persoalan yang paling mendesak adalah hunian sementara (huntara) yang hingga kini masih ditempati warga, sementara hunian tetap (huntap) belum juga terealisasi
“Banyak masyarakat saat ini masih kebingungan terkait bantuan pascabanjir. Huntara yang ditempati masih bocor ketika hujan, sedangkan huntap belum juga terealisasi,” kata Hamiton
Selain persoalan tempat tinggal, ia juga menyoroti bantuan tunai yang dinilai belum diterima secara merata. Menurutnya, masih terdapat 73 kepala keluarga (KK) yang belum mendapatkan bantuan secara merata
Ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian serius DPRK Nagan Raya agar dapat dibahas dan diperjuangkan kepada pemerintah
“Ini harus diperjuangkan dan menjadi pembahasan DPRK Nagan Raya. Jangan hanya diam seolah-olah tidak ada tanggung jawab terhadap masyarakat,” ujarnya
Hamiton juga menyoroti kondisi sektor pertanian masyarakat Beutong Ateuh. Pascabanjir, masyarakat masih mengalami kesulitan menggarap persawahan sehingga berdampak langsung terhadap perekonomian dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari
Menurutnya, DPRK Nagan Raya memiliki peran penting dalam mendorong pemerintah agar segera mencari solusi terhadap persoalan pertanian masyarakat
“Persoalan persawahan juga harus menjadi perhatian. Masyarakat kesulitan bertani. Ini menyangkut perekonomian dan kebutuhan utama masyarakat,” katanya
Ia berharap DPRK Nagan Raya tidak hanya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintah dan memastikan persoalan masyarakat Beutong Ateuh benar-benar dituntaskan
“Kami berharap DPRK Nagan Raya jangan hanya duduk di kursi empuk, tetapi jalankan fungsi pengawasan. Awasi kinerja dan perjuangkan persoalan masyarakat benar-benar selesai,” tegas Hamiton
Terutama dan terkhusus DPRK dapil 1 Nagan Raya jangan hanya saat butuh suara datang ke Beutong Ateuh, tapih perhatikan lah saat kondisi begini, Malu kita jadi DPRK jika tak mampu memperjuangkan nasip masyarakat terdampak bencana
“jangan hanya saat butuh suara hadir di Beutong Ateuh aja, tapi perhatikan lah pasca bencana seperti ini jangan seolah-olah tidak nampak nasip masyarakat”, Pungkasnya







