Mahasiswa UTU Soroti Dugaan Pengangkutan Limbah Batubara oleh PT SCY

Kibaan.co: Aceh Barat – Aktivitas pengangkutan limbah yang diduga berasal dari perusahaan PT SCY memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Informasi awal mengenai kegiatan tersebut beredar melalui media sosial pada Jumat malam, sebelum kemudian ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan oleh mahasiswa.

Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU), Putra Rahmat, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya kendaraan pengangkut limbah yang melintas di jalur menuju kawasan kampus

“Informasi awal kami peroleh dari masyarakat dan media sosial. Karena data yang beredar belum konkret, kami melakukan pengecekan langsung di lapangan”,ujar Putra Rahmat, Sabtu.(02/05/2026)

Dari hasil peninjauan awal, mahasiswa menduga material yang diangkut merupakan limbah batubara. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kandungan pasti limbah tersebut belum dapat dipastikan karena belum melalui uji laboratorium

Mahasiswa juga menyoroti aspek perizinan perusahaan. Dalam mediasi yang dilakukan bersama masyarakat, pihak perusahaan disebut belum mampu menunjukkan dokumen administratif terkait pengangkutan dan pengelolaan limbah

“Saat diminta menjelaskan perizinan, pihak perusahaan tidak dapat memperlihatkan dokumen yang dimaksud. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait legalitas kegiatan tersebut”, katanya

Selain itu, rute pengangkutan limbah yang melintasi jalan menuju kampus UTU dan STAIN Meulaboh dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya mahasiswa. Limbah tersebut juga diduga dibuang ke arah kawasan perkebunan sawit, meski lokasi pastinya masih perlu diverifikasi lebih lanjut

Mahasiswa mengkhawatirkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan, mengingat jenis limbah dan metode pembuangannya belum jelas. Mereka juga menemukan indikasi bahwa lokasi pembuangan bukan diperuntukkan bagi pembangunan fasilitas umum, melainkan kemungkinan berada di lahan pribadi

Dalam mediasi yang berlangsung, mahasiswa menilai pihak perusahaan belum memberikan respons yang memadai dan cenderung tidak mampu menjelaskan secara rinci terkait kegiatan tersebut

Atas temuan ini, mahasiswa bersama masyarakat mendesak dilakukan verifikasi menyeluruh oleh pihak berwenang. Mereka menekankan pentingnya pemeriksaan dokumen perizinan, uji laboratorium terhadap limbah, kejelasan kepemilikan lahan pembuangan, serta penetapan rute resmi pengangkutan

“Langkah koordinasi dengan instansi terkait sangat diperlukan agar persoalan ini dapat ditangani secara transparan dan tidak merugikan masyarakat”,tutup Putra Rahmat

Humas PT SCY Saed Jauhari menjelaskan ia menyebutkan sangat menghargai peran mahasiswa sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun perlu kami tegaskan bahwa material yang diangkut adalah FABA yang telah dikategorikan sebagai Non B3 sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut ia menjelaskan Kegiatan ini merupakan bagian dari operasional PLTU yang bersifat strategis dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional

Pihaknya juga menerima dialog terbuka dan masukan yang konstruktif. Namun ia berharap penyampaian aspirasi dilakukan secara proporsional, berbasis data, dan tidak dalam bentuk penekanan, pemaksaan, maupun tindakan yang berpotensi menjadi provokasi di lapangan.

Segala bentuk gangguan terhadap aktivitas operasional yang berkaitan dengan kepentingan umum tentu memiliki konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku”, pungkasnya Humas PT PCY Saed Jauhari

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *