Kibaan.co : Nagan Raya – Sejumlah warga yang terdampak banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya, mengeluhkan kondisi Hunian Sementara yang kini masih mereka tepati, Sabtu 25 Juli 2026.
Pembangunan hunian tetap belum menunjukkan kepastian, yang mendapatkan rumah penghunian sementara sebanyak empat desa yaitu desa Babah Suak, Blang Beurandeh, Kota Teungoh dan Blang Puuk.
Selain ukuran bangunan yang dinilai sempit, bagian huntara dilaporkan mulai mengalami kebocoran, dan tidak kokoh.
Mak nih salah seorang masyarakat Beutong Ateuh Banggalang di wawancara pada kamis 23 Juli 2026 Mengatakan ” Alhamdulillah rumah nya sudah ada, ini penghunian sementara didirikan orang pemerintah tetapi tanah nya milik orang, dan kami membayar kepada pemilik tanah sebesar lima belas juta pertahun.” Ujarnya
Keluhan tersebut muncul di tengah harapan masyarakat agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap sehingga warga tidak lagi tinggal dalam kondisi terbatas. Sebelumnya pemerintah menyampaikan komitmen mempercepat pembangunan Hunian tetap bagi penyintas terkenal banjir di Beutong Ateuh Banggalang.
Ainu selaku TNI AD Nagan Raya menambahkan dari ” pemerintah daerah itu sudah ada peta rumah hunian tetap yang akan di bangun di Beutong Ateuh Banggalang kemungkinan besar akan di realisasikan dalam tahun 2026.”
Di tengah keterbatasan yang masih mereka hadapi, masyarakat Beutong Ateuh Banggalang terus menaruh harapan agar pembangunan hunian tetap segera diwujudkan. rumah yang layak bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga menjadi awal untuk membangun kembali kehidupan setelah bencana.







