Kibaan.co: Aceh Barat – Siti Nurmala, warga Lapang, mengeluhkan kondisi rumah bantuan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui dana APBK yang diduga tidak layak huni
Nurmala mengungkapkan dirinya dipaksa segera menempati rumah tersebut meski kondisinya dinilai belum layak untuk dihuni
“Rumah ini banyak sekali kerusakan. Atap bocor, dinding retak hingga tembus ke luar, kamar mandi menyebabkan air masuk ke dalam rumah, bahkan pondasi belakang sudah turun,” ujarnya
Ia juga mengaku sempat dimintai uang tambahan untuk pembangunan pondasi rumah karena anggaran disebut tidak mencukupi
“Padahal saya dimintai uang tambahan lebih dari Rp1 juta untuk pembangunan rumah ini dan sudah saya berikan. Tapi kondisi rumah seperti dibuat asal jadi. Kalau memang mau membangun, buatlah yang layak,” katanya
Siti Nurmala menyebutkan, dirinya bersama sang suami harus menampung air hujan di dalam kamar akibat atap rumah yang bocor. Ia juga mengaku khawatir dengan kondisi dinding yang retak dan takut roboh jika terjadi gempa
Selain itu, ia menilai lantai rumah tidak dicor dengan ketebalan yang memadai. Bahkan, saat tim audit datang, dirinya mengaku sempat diminta diam oleh pihak dinas terkait ketika ingin menyampaikan kondisi lantai rumah yang dianggap tidak layak
Keluhan serupa juga disampaikan warga Gampong Gampa, Hadimah. Ia mengatakan rumah yang kini ditempatinya memiliki banyak kerusakan, mulai dari jendela rusak hingga kusen yang tidak sesuai standar. Menurutnya, kusen yang digunakan sudah bengkok sehingga pintu dan jendela tidak dapat dikunci dengan baik
“Rumah yang saya tempati sekarang pintu dan jendelanya tidak bisa ditutup karena kusennya bengkok. Bahkan ada kaca jendela yang pecah, rumah retak, dan di kamar mandi tidak ada kusen pintu. Padahal saat dimintai uang tambahan, kami sudah memberikannya, tetapi rumah yang diberikan tetap tidak layak,” ucapnya dengan nada kecewa
Hadimah tetap mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat atas bantuan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan. Namun, ia berharap bantuan yang diberikan benar-benar layak digunakan dan tidak dikerjakan asal jadi







