Kibaan.co | Nagan Raya — Seorang warga Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan hilang pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Rabu, 26 November 2025. Hingga Senin, 1 Desember 2025, belum terlihat adanya upaya pencarian resmi dari instansi terkait, termasuk BPBD Nagan Raya.
Korban diketahui bernama Abdul Jalair, warga Desa Kuta Teungoh. Menurut keterangan masyarakat setempat, korban terakhir terlihat berada di dalam masjid desa saat arus sungai mendadak meluap dan berubah menjadi banjir bandang. Derasnya arus membuat korban terjebak dan tidak mampu menyelamatkan diri, sementara akses keluar masjid tertutup total oleh luapan banjir.
“Sejak hari pertama banjir sampai sekarang belum ada tim BPBD yang turun khusus untuk mencari korban yang hilang,” ujar salah satu warga Desa Kuta Teungoh, Minggu (1/12/2025).
Warga mengaku kecewa terhadap lambannya penanganan darurat oleh pihak berwenang. Mereka menilai pemerintah daerah seolah mengabaikan keberadaan korban yang masih belum ditemukan.
Sejauh ini, proses pencarian korban dilakukan secara swadaya oleh warga setempat menggunakan peralatan seadanya. Tidak ada dukungan personel maupun perlengkapan dari instansi yang bertugas menangani operasi pencarian dan pertolongan.
“Korban hilang, tapi kami yang mencari sendiri. Tidak ada bantuan dari pihak manapun,” keluh warga lainnya.
Banjir bandang yang melanda Beutong Ateuh Banggalang selama hampir satu pekan itu juga menimbulkan kerusakan parah. Sejumlah desa, seperti Kuta Teungoh dan Babah Suak, dilaporkan mengalami kerusakan berat bahkan hampir rata akibat terjangan banjir.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Nagan Raya belum memberikan keterangan resmi terkait upaya pencarian terhadap korban yang hilang tersebut.







