PT Mifa Elektrifikasi Kendaraan Pengangkut Batu Bara

Wakil Kepala Teknik Tambang PT Mifa Bersaudara, Abdul Haris, menyampaikan sambutan saat Kick Off Proyek Electric Vehicle pada Area Operasional dan Penandatanganan MoU Kerja Sama Kelistrikan antara PT Mifa dengan PT PLN UP3 Meulaboh, Aceh Barat, Kamis, 16 April 2026.

Kibaan.co | Aceh Barat – PT Mifa Bersaudara melalui PT Antareja Mahada Makmur (AMM) mulai melakukan transformasi operasional dengan menghadirkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk kegiatan pengangkutan batu bara.

Wakil Kepala Teknik Tambang PT Mifa Bersaudara, Abdul Haris, menyampaikan bahwa saat ini tengah dibangun jaringan listrik berkapasitas 5,19 MVA yang akan digunakan untuk mendukung operasional kendaraan listrik tersebut. Pembangunan ini menjadi pionir di Aceh dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di sektor industri.

“Pembangunan jaringan listrik ini kami harapkan dapat selesai tepat waktu sesuai target. Ini juga menjadi bagian dari respons terhadap penerapan pertambangan yang lebih ramah lingkungan serta kenaikan harga minyak dunia,” ujar Abdul Haris di Aceh Barat, Kamis, 16 April 2026.

Hal tersebut disampaikan Abdul Haris pada Kick Off Proyek Electric Vehicle pada Area Operasional dan Penandatanganan MoU Kerja Sama Kelistrikan antara PT Mifa dengan PLN.

Sementara itu, Project Manager PT AMM Marbawi menyebutkan bahwa unit kendaraan listrik akan mulai beroperasi pada Juli mendatang. Pihaknya juga membuka peluang untuk menambah jumlah unit secara bertahap guna menekan penggunaan bahan bakar minyak.

“Unit EV ini memiliki tidak kalah kuat dibandingkan kendaraan berbahan bakar solar. Selain itu, lebih efisien dan menggunakan sistem fast charging,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penggunaan BBM tidak dapat sepenuhnya dihilangkan, namun dapat ditekan secara signifikan.

Di sisi lain, Manager PLN UP3 Meulaboh, Achmad Ariansyah, mengapresiasi langkah elektrifikasi yang dilakukan PT Mifa Bersaudara. Menurutnya, inisiatif ini relevan di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada fluktuasi harga energi.

“Kita semua merasakan dampak dari kondisi geopolitik dunia yang memanas. Upaya efisiensi energi, termasuk pengurangan penggunaan BBM, juga terus dilakukan di internal PLN,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *