Kibaan.co | Aceh Barat — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat bersama PT Mifa Bersaudara menjalin kolaborasi strategis dalam pelaksanaan proyek Normalisasi Krueng Cangkoi pada tahun anggaran 2025. Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam mendukung peningkatan akses nelayan serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Aceh Barat, proyek Normalisasi Krueng Cangkoi yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini memasuki tahap upload dokumen penawaran (tender) dengan nilai pagu sebesar Rp372 juta dan nilai HPS Rp371.998.314,24. Proyek ini bersumber dari APBD Aceh Barat tahun 2025 dan dilaksanakan dengan metode pengadaan langsung menggunakan kontrak gabungan lumsum dan harga satuan.
Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Ir. Kurdi, membenarkan bahwa kegiatan tersebut saat ini sedang dalam proses tender dan akan segera direalisasikan tahun ini.
“Benar, kegiatan Normalisasi Krueng Cangkoi saat ini sedang dalam proses tender. Pekerjaan ini direncanakan untuk mempermudah akses keluar masuk nelayan di kawasan muara,” ujar Kurdi, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, muara Krueng Cangkoi merupakan jalur vital bagi aktivitas nelayan tradisional di kawasan pesisir Aceh Barat. Pendangkalan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menyulitkan perahu nelayan untuk keluar masuk, terutama saat air surut.
“Dengan normalisasi ini, kita harapkan mobilitas nelayan menjadi lancar, sehingga mereka bisa lebih mudah melaut untuk mencari nafkah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tambahnya.
Di sisi lain, dukungan juga hadir melalui PT Mifa Bersaudara yang mengalokasikan Rp500 juta untuk kegiatan pengerukan Krueng Cangkoi. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Division Head CSR PT Mifa Bersaudara, Tengku Kaddhafi Al Munir, menjelaskan bahwa proses realisasi kegiatan ini memerlukan koordinasi lintas pihak agar pelaksanaannya berjalan efektif.
“Prosesnya memang terbilang lama karena perlu koordinasi dengan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait. Alhamdulillah, tahun ini pengerukan tersebut akan segera dilaksanakan,” ujarnya.
Tengku Kaddhafi menegaskan, pengerjaan ini diharapkan membawa manfaat langsung bagi masyarakat nelayan.“Kita berharap pengerjaan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para nelayan di Aceh Barat, terutama yang menggunakan jalur itu untuk aktivitas melaut,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan dan pemerintah daerah.“Semoga sinergi antara perusahaan dan pemerintah dapat terus berjalan untuk membangun Aceh Barat yang lebih maju dan sejahtera ke depan,” pungkasnya.
Krueng Cangkoi sendiri merupakan salah satu alur sungai penting di kawasan pesisir Aceh Barat yang menjadi akses utama masyarakat menuju laut. Pendangkalan yang terjadi beberapa tahun terakhir membuat aktivitas nelayan terganggu, sehingga proyek normalisasi dan pengerukan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya.
Melalui kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dan PT Mifa Bersaudara, proyek Normalisasi Krueng Cangkoi bukan sekadar kegiatan fisik, tetapi simbol dari kemitraan produktif antara pemerintah dan dunia usaha untuk kepentingan masyarakat luas.







